Home » Sewa Mobil » 5 langkah Berkendara dengan Aman selama Mudik Lebaran

5 langkah Berkendara dengan Aman selama Mudik Lebaran

Pada waktu mudik lebaran volume kendaraan akan naik. Ada kira-kira 6 juta kendaraan yang akan mudik dalam waktu berbarengan. Guna mengantisipasinya pengemudi mesti mengenali langkah berkendara dengan aman.

Ada beberapa langkah guna berkendara dengan aman selama mudik lebaran. Semisal dengan mematuhi peraturan dan rambu lalu lintas serta lebih sabar saat menghadapi pengemudi yang keras kepala ataupun ugal-ugalan.

Berikut ini ialah panduan langkah berkendara dengan aman yang dikumpulkan dari beberapa sumber.

Mengenali kapan mesti istirahat

Salah satu yang paling krusial ialah mengenali kapan mesti istirahat dan kapan mesti melanjutkan perjalanan. Perjalanan mudik lebaran bukanlah perjalanan pendek dengan durasi yang sebentar, kebalikannya adalah perjalanan panjang dengan durasi yang cukup lama.

Seperti itu sebabnya pengemudi mesti dapat mengenali keadaan fisiknya sendiri kapan mesti istirahat dan kapan mesti tetap melanjutkan perjalanan. Pengemudi pun mesti waspada dengan ciri-ciri keletihan dan kelebihan saat berkendara selama mudik lebaran.

Tidak memainkan hp waktu mengemudi

Saat mengemudi tidak ada satupun yang boleh merusak konsentrasi pengemudi termasuk tidak boleh sembari memainkan hp.

Pengemudi yang berkendara dengan memainkan hp adalah pengemudi yang tidak bertanggung jawab lantaran tidak hanya membahayakan diri sendiri pula membahayakan orang lain.

Saat berkendara sembari bermain hp otomatis konsentrasi akan menjadi terpecah 2. Sementara itu saat mengemudi konsentrasi mesti berfokus pada keadaan jalan sehingga dapat lebih waspada dan menjalankan aksi responsif bila mengalami hal yang tidak diharapkan

Menjaga jarak aman waktu berkendara

Amat penting guna menjaga jarak aman saat berkendara. Khususnya saat kendaraan berada di jalur bebas hambatan.

Jalur bebas hambatan amat rawan bila volume kendaraan sedang tinggi. Musibah seperti tabrakan depan ataupun tabrakan beruntun kadang-kadang tidak dapat dihindari lagi bila pengemudi tidak dapat menjaga jarak dengan kendaraan yang lain.

Jarak yang direkomendasikan ialah 100 meter antara kendaraan yang ada di depan dengan yang ada di belakang. Pengemudi pun dapat menghitung dengan memakai hitungan 3 detik.

Bila hitungannya kurang dari 3 detik berarti pengemudi berada dalam jarak yang tidak aman namun bila waktu lebih dari 3 detik berarti jarak yang direkomendasikan telah aman.

Berada di jalur kiri buat kendaraan lambat

Salah satu kebiasaan pengemudi Indonesia ialah tetap berada di jalur paling kanan lantaran malas buat berpindah jalur. Sementara itu jalur paling kanan adalah jalur yang hendak menyalip ataupun jalur kendaraan yang lebih cepat. Kasih peluang untuk kendaraan lain guna melewati kendaraan yang ditumpangi.

Bila ada jalan bebas hambatan dengan 3 ruas jalur, maka pilihlah jalur yang paling tengah bila memakai kendaraan keluarga, namun bila memakai kendaraan yang lebih besar lagi pilihlah jalur yang paling kiri seperti bis pariwisata truk dan lain sebagainya.

Jangan pernah memakai bahu jalan buat menyalip kendaraan lain

Salah satu kebiasaan kurang baik yang menjadi karakteristik khas pengemudi di Indonesia ialah menyalip memakai bahu jalan.

Sementara itu jalur ini adalah jalur darurat yang hanya dapat dipakai oleh kendaraan kendaraan seperti ambulans, pemadam kebakaran, dan aparat kepolisian.

Tidak hanya itu jalur bahu jalan adalah jalur yang cukup berbahaya lantaran sering-kali ada kendaraan lain yang sedang bermasalah berada di sisi kiri jalan.

Bila mengalami keadaan yang tidak memungkinkan guna melanjutkan perjalanan pada waktu di jalur bebas hambatan, pastikanlah kendaraan tidak berada di bahu jalan, namun berhenti di bagian rumput bahu jalan supaya lebih aman dari aksi pengemudi yang sering kali menyalip lewat bahu jalan.

Nah, jika Anda membutuhkan kendaraan untuk mudik lebaran, sewa mobil lebaran saja di sewa mobil cirebon.