Home » Pendidikan » Antara Pendidikan dan Teknologi

Antara Pendidikan dan Teknologi

Tehnologi pendidikan yaitu kajian serta praktek untuk menolong sistem belajar serta tingkatkan kemampuan dengan buat, memakai, serta mengelola sistem serta sumber tehnologi yang ideal.

Arti tehnologi pendidikan seringkali dikaitkan dengan teori belajar serta evaluasi. Apabila teori belajar serta evaluasi meliputi sistem serta system dalam belajar serta evaluasi, tehnologi pendidikan meliputi system beda yang dipakai dalam sistem meningkatkan kekuatan manusia.

Tehnologi Pendidikan juga mempunyai pengertian beda yakni :

Comission on Instructional Technology, 1970 :

Satu langkah yang systematis dalam mendesain, melakukan, serta mengevaluasi sistem keseluruhnya dari belajar serta evaluasi berbentuk maksud evaluasi yang khusus, berdasar pada riset dalam teori belajar serta komunikasi pada manusia serta memakai gabungan sumber-sumber belajar dari manusia ataupun non-manusia untuk buat evaluasi lebih efisien.

AECT (1972) :

Tehnologi pendidikan yaitu satu bagian/disiplin dalam memfasilitasi belajar manusia lewat identifikasi, pengembangan, pengeorgnasiasian
serta pemakaian dengan systematis semua sumber belajar serta lewat pengelolaan sistem kesemuanya itu.

AECT (1994) :

Tehnologi Instruksional yaitu teori serta praktik dalam mendesain, meningkatkan, memakai, mengelola, serta menilainya beberapa sistem ataupun sumber-sumber belajar.

Cutchall (1999)

Pengertian menurut Cutchal ini sama dengan pengertian AECT 1994. Dia mengutamakan kalau tehnologi evaluasi adalah riset serta aplikasi pengetahuan perilaku serta teori belajar dengan memakai pendekatan system untuk lakukan analisa, desain, pengembangan, implementasi, pelajari serta pengelolaan pemakaian tehnologi untuk menolong memecahkan problem belajar serta kemampuan. Maksud intinya yaitu pemakaian tehnologi (soft-technology ataupun hard-technology) untuk menolong memecahkan problem belajar serta kemampuan manusia.

Ada 3 Perspektif mengenai jalinan pada tehnologi dengan pendidikan :

Perspektif pertama

yaitu perspektif yang melihat kalau tehnologi yaitu product pendidikan. Perspektif ini berlaku di negara atau instansi pendidikan yang budaya research & development-nya sangatlah bagus. Melihat tehnologi jadi product pendidikan mempunyai efek positif berbentuk tidak terikatnya pendidikan pada terbatasnya tehnologi. Kita seringkali mendengar banyak yang mengeluh “Sekolah kami tidak mempunyai sarana untuk itu”. Kalimat begini akan tidak keluar, bila perspektif yang dipunyai yaitu perspektif tehnologi jadi product pendidikan.

Perspektif kedua

yaitu perspektif yang berasumsi kalau tehnologi yaitu akselerator pendidikan. Perspektif ini dapat benar, bila penguasaan tenaga didik pada pedagogik serta andragogik-nya juga telah benar. Bagaimanapun juga, tehnologi hanya alat bantu pendidikan. Terlebih bila kita bicara mengenai Tehnologi Info, yang baru juga akan dapat miliki “taring” bila System Manajemen Info, termasuk juga Learning Kontent Management Sistem (LCMS) -nya betul-betul teratur dengan rapi serta adalah product hubungan kerja pada beberapa pakar pendidikan, pakar Knowledge Management serta beberapa pakar tehnologi IT. Di Indonesia ada kekeliruan persepsi, kalau Tehnologi Info untuk Pendidikan cuma kerjaan beberapa pakar computer.

Perspektif ketiga

yaitu perspektif yang paling banyak dipunyai oleh kelompok pendidik Indonesia, serta adalah satu salah kaprah akut. Yaitu melihat kalau tehnologi yaitu Pendidikan. Seolah-olah papan catat serta cara belajar tradisionil tidak miliki “tempat” sekali lagi untuk meningkatkan peserta didik yang berkualitas. Seolah-olah semua mesti digantikan dengan computer serta LCD Projector. Seolah-olah Perpustakaan mesti serta harus ditukar dengan Internet. Perspektif ini mempunyai efek begitu fatal, yaitu hadirnya generasi pendidik yg tidak kreatif, menyerah pada terbatasnya yang ada.

Jadi bisa diambil kesimpulan kalau Tehnologi serta Pendidikan itu mempunyai jalinan yang begitu erat. Namun dijaman saat ini, tehnologi itu dapat jadi teman dekat dari pendidikan dapat pula jadi musuh dari pendidikan.

Jadi teman dekat dari pendidikan misalnya, tehnologi seperti internet begitu menolong murid-murid atau pelajar dalam mencari info. Karna dengan internet pelajar bisa dengan gampang mencari pekerjaan atau info serta menaikkan pikiran.

Jadi musuh dari pendidikan misalnya, tehnologi zaman saat ini makin lama makin mutakhir serta menjadi-jadi. Banyak yang memakai tehnologi zaman saat ini ke jalan yg tidak benar.

Banyak yang memakainya untuk tempat menipu maupun kejahatan yang lain. Dan tehnologi zaman saat ini buat anak-anak jadi tidak sering belajar karna sangat asyik dengan bermain internet seperti media sosial. Meskipun mempunyai bagian positif, media sosial juga mempunyai bagian negatif yang buat pelajar jadi ketagihan bermain dari pada belajar.

Tersebut sebagian jalinan pada Tehnologi serta Pendidikan.