Home » Haji » Kemenag Pekanbaru Gunakan Barcode Cegah Pemalsuan Paspor

Kemenag Pekanbaru Gunakan Barcode Cegah Pemalsuan Paspor

Kantor Kemenag Pekanbaru, Provinsi Riau, sekarang menggunakan barcode buat layani pemberangkatan jamaah haji ke Arab Saudi. Ini buat menghindari pemalsuan paspor bagi calon jamah umroh dan haji.

“Barcode dimaksudkan buat mempertegas bahwa surat rekomendasi yang dimuntahkan benar berasal dari Kemenag,” kata Kakankemenag Pekanbaru, H Edwar S. Umar, melalui Kasi Penyelenggaraan Haji & Umrah Kemenag Pekanbaru, Defizon, pada Pekanbaru, Senin kemudian (1/10).

Ia menyampaikan itu sehubungan menggunakan maraknya pemalsuan surat & tandatangan pada rekomendasi pembuatan paspor. Maka buat mengantisipasinya mulai 1 Oktober 2018 surat rekomendasi paspor buat jamaah umrah & haji spesifik Kota Pekanbaru akan dilengkapi dengan barcode spesifik.

Menurut Defizon, menurut Surat Edaran Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Nomor, B-7001/DJ.II/Hk.00.Lima/ 03/2017 mengenai penambahan kondisi rekomendasi Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota, bagi pemohon paspor ibadah haji, umrah & haji khusus dinyatakan bahwa rekomendasi dimuntahkan & ditandatangani oleh pejabat yang berwenang pada tempat kerja kemenag kabupaten dan kota.

Tetapi, karena marak terjadi pemalsuan surat & tandatangan, ucapnya menyebutkan, maka Kemenag Pekanbaru membuat suatu antisipasi menggunakan barcode, sehingga sulit buat dimanipulasi.”Rekomendasi ini untuk mengantisipasi terjadinya pemalsuan yg akhirnya mengakibatkan kekacauan tertib administrasi. Apalagi bila terjadi pertarungan di lapangan, maka akan sulit diidentifikasi karena surat yang dipakai palsu,” ucapnya.

Untuk itu, ucapnya lagi, barcode ini diperlukan buat mempertegas bahwa surat rekomendasi yg dikeluarkan sahih asal berdasarkan Kemenag.Ia pun mengungkapkan, rekomendasi yang dimuntahkan adalah paspor warga yang melakukan pengurusan paspor umrah atau haji spesifik yang berangkat melalui Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) & Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK) yg terdaftar resmi di Kementerian Agama.

“Kita akan melakukan penolakan pembuatan rekomendasi terhadap travel yang yg nir memiliki izin resmi menurut Kementerian Agama. Ini buat menekan nomor penipuan terhadap jamaah sekaligus membatasi ruang gerak travel-travel yang selama ini tidak memiliki biar berdasarkan Kementerian Agama tetapi tetap menerima pendaftaran umrah juga haji khusus,” ucapnya.

Ia berharap supaya warga lebih selektif pada memilih penyelenggara bepergian haji dan umrah murah jakarta pada daerahnya termasuk haji spesifik.