Home » Pendidikan » Belajar Bahasa Jepang dengan Anime vs Manga

Belajar Bahasa Jepang dengan Anime vs Manga

Anime dan manga merupakan bagian hidup anak muda sejak beberapa dekade lalu. Media mendongeng Jepang ini menyampaikan kisah-kisah yang diisi dengan karakter unik dan latar kisah yang beraneka ragam.  Tidak sedikit yang menjadikan anime dan manga sebagai motivasi atau salah satu cara belajar bahasa Jepang. Namun, apa bedanya dan mana yang lebih baik?

Apa Perbedaan Anime dan Manga?

Anime merupakan gaya animasi yang berasal dari Jepang yang ditandai dengan kontras tinggi, warna-warna yang cerah, serta elemen tematik fiksi ilmiah dan fantasi. Saat ini, media dalam gaya anime tidak hanya dibuat di Jepang namun juga di seluruh dunia. Beberapa orang hanya merujuk animasi produksi Jepang sebagai anime, sementara yang lain merujuk pada setiap animasi yang menggunakan gaya visual ini sebagai anime, terlepas dari di mana animasi tersebut diproduksi diproduksi.

Sedangkan manga merupakan sebuah gaya buku komik dan novel grafis Jepang. Seperti anime, manga ditandai dengan fitur wajah yang berlebihan dan warna-warna yang cerah. Sederhananya, anime adalah acara TV atau film, sedangkan manga adalah buku komik atau novel grafis.

Mengapa Belajar Bahasa Jepang Lewat Anime dan Manga?

Anime memiliki banyak hal yang dapat ditawarkan kepada setiap pelajar bahasa Jepang tingkat pemula. Kamu cukup duduk manis menonton serial favoritmu ketika istirahat dari rutinitas kursus bahasa Jepang yang biasa dilakukan dengan membaca buku dan menyalin sesuatu.

Anime biasanya menggunakan bahasa Jepang sehari-hari sebagai bahasa percakapannya dan ini berarti kamu berkesempatan untuk memperkuat kemampuan mendengarkan kosakata, tata bahasa, dan pengucapan bahasa Jepang.

Sedangkan untuk manga, walau berbentuk buku ini juga sangat efektif untuk belajar bahasa Jepang karena memiliki sedikit tulisan dan banyak gambar. Bagi pelajar tingkat pemula, manga sangat mudah dibaca anak-anak karena ada banyak gambar dan teks yang jauh lebih sedikit daripada buku biasa.

Ada sejumlah besar mangga yang pembacanya memiliki usia berkisar dari anak-anak, remaja, hingga dewasa. Dalam hal ini, kamu tidak perlu merasa malu untuk membaca manga karena kamu tidak akan dianggap kekanakan.