Home » Uncategorized » Ingin Membeli Motor Bekas di Bandung? Begini Caranya!

Ingin Membeli Motor Bekas di Bandung? Begini Caranya!

Membeli motor bekas dengan harga yang jauh lebih murah, namun dengan kondisi yang masih bagus memang lebih menguntungkan. Akan tetapi, jika Anda membeli motor bekas, Anda perlu membalik nama motor tersebut menjadi atas nama Anda pribadi. Lalu, berapa biaya balik nama motor dan bagaimana caranya?

Jika Anda baru pindah ke Bandung dan berencana untuk membeli motor bekas, Anda bisa mampir ke Jalan Ciateul. Di sepanjang Jalan Ciateul ini, Anda akan menemui ratusan motor yang berjajar di setiap dealer-nya. Sejak tahun ‘80-an, kawasan ini sudah terkenal sebagai pusat penjualan motor bekas di Bandung.

Uniknya, motor-motor bekas yang dijual di kawasan ini masih tergolong ke dalam kelas dan produk motor terbaru. Harga jual yang ditawarkan untuk satu unit motor juga berbeda-beda, tergantung dengan kondisi dan jenis motornya.

Nah, jika Anda membeli motor bekas di kawasan ini, pastinya pegawai di dealer tersebut akan menawarkan untuk membalik nama motor Anda. Mereka akan bertanya apakah Anda ingin mengurusnya sendiri atau menggunakan jasa mereka sebagai calo.

Sebenarnya, untuk mengurus balik nama kendaraan bermotor tidaklah rumit, namun memang membutuhkan waktu yang cukup lama. Mungkin bisa sampai berhari-hari. Oleh karena itu, banyak orang yang lebih memilih menggunakan jasa calo meskipun harus membayar lebih mahal.

Namun, bila Anda mau mengurusnya sendiri tanpa menggunakan jasa calo, berikut ini akan dijelaskan mengenai biaya dan cara balik nama motor yang akan memudahkan Anda.

Balik nama kendaraan bermotor merupakan bentuk pengubahan nama atas kepemilikan suatu kendaraan. Balik nama biasanya dilakukan terhadap Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) dan Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB) kendaraan tersebut.

Untuk biaya balik nama, ada dua macam biaya yang harus dibayarkan. Pertama, biaya pajak, yaitu biaya yang tertera di kolom biaya perpanjangan STNK tahunan. Biaya pajak meliputi Pajak Kendaraan Bermotor (PKB), Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan (SWDKLLJ), Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBN KB), dan Administrasi Surat Tanda Nomor Kendaraan (Adm STNK). Akan tetapi, apabila proses balik nama bertepatan dengan habisnya masa berlaku Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (Adm TNKB), maka kita juga harus membayar biaya administrasinya.

Biaya PKB dari tahun ke tahun biasanya tidak berubah. Meskipun berubah, biasanya menjadi lebih murah seiring bertambahnya usia motor. Untuk biaya BBN KB, rumus perhitungannya 2/3 x PKB. Kemudian untuk biaya SWDKLLJ dan Adm STNK biasanya sudah ditentukan.

Dengan rincian sebagai berikut, mari kita coba hitung perkiraan biaya pajak yang harus kita keluarkan.

Misalnya PKB yang tercantum di STNK sebesar Rp500.000, maka:

PKB                = Rp500.000

BBN KB         = 2/3 x PKB

= 2/3 x Rp500.000

= Rp334.000

SWDKLLJ     = Rp35.000

Adm STNK    = Rp100.000

TOTAL         = Rp969.000

Jadi, sebagai perkiraan, total biaya pajak yang harus Anda siapkan sebesar Rp969.000. Namun, perlu diingat bahwa biaya ini belum termasuk denda apabila ada keterlambatan.

Kedua, ada pula biaya di luar pajak yang harus Anda bayarkan. Biaya ini tidak tercantum di STNK namun tetap harus dibayarkan. Biaya ini meliputi biaya pengesahan hasil cek fisik, biaya pendaftaran balik nama STNK, biaya pendaftaran balik nama BPKB, serta tip untuk petugas cek fisik. Tip ini biasanya diberikan secara sukarela. Rinciannya sebagai berikut.

Biaya Pengesahan hasil Cek Fisik                   Rp30.000

Biaya Pendaftaran Balik Nama STNK           Rp30.000

Biaya Pendaftaran Balik Nama BPKB            Rp80.000

Tip untuk petugas Cek Fisik (sukarela)         Rp15.000

Total                                                                Rp155.000

Jadi, biaya keseluruhan yang harus Anda keluarkan untuk balik nama motor sebesar Rp1.124.000. Nah, jika sudah menyiapkan biayanya, Anda tinggal pergi ke Samsat terdekat dan lakukan balik nama agar surat-surat motormu menjadi atas nama Anda pribadi.