Home » Uncategorized » Pengertian Jenis Imunisasi Bayi Yang Ada di Indonesia

Pengertian Jenis Imunisasi Bayi Yang Ada di Indonesia

Belakangan ini banyak masyarakat kita yang sudah mulai menyadari akan pentingnya melakukan imunisasi bayi. Alhasil, para orangtua pun berbondong-bondong untuk membawa anaknya ke program imunisasi yang ada di posyandu disekitar tempat tinggalnya. Di Negara Indonesia, imunisasi ini terbagi kedalam 2 konsep yakni imunisasi dasar dan imunisasi lanjutan. Tak hanya itu saja, di Indonesia juga menyediakan berbagai macam jenis imunisasi. Nah, untuk mempersingkat waktu, mari kita langsung saja ke pembahasan intinya mengenai pengertian jenis-jenis imunisasi yang ada di Indonesia. Maka dari itu, simaklah baik-baik ulasannya di bawah ini.

Jenis-jenis Imunisasi

  1. Imunisasi Hepatitis B : untuk mencegah penyakit hati akibat virus hepatitis B

Pemberian vaksin hepatitis B baru akan dilakukan setelah 12 jam bayi lahir, yang didahului dengan penyuntikkan vitamin K. Selanjutnya vaksin akan kembali diberikan saat usianya mencapai 2, 3, dan 4 bulan.

  1. Imunisasi Polio : untuk mencegah penyakit menular

Vaksin polio diberikan pada bayi baru lahir sampai usia 1 bulan, dan akan kembali dilakukan usianya mencapai 2, 3, dan 4 bulan, serta akan diperkuat kembali setelah usianya mencapai 18 bulan.

  1. Imunisasi BCG : untuk mencegah penyakit TB / tuberculosis

Imunisasi BCG ini akan diberikan hanya satu kali, yaitu pada bayi yang baru dilahirkan sampai berusia 2 bulan.

  1. Imunisasi DPT : untuk mencegah penyakit difteri, tetanus, dan pertusis

Pemberian vaksin DPT ini akan dilakukan sebanyak 4 kali, yaitu pada bayi berusia 2, 3, dan 4 bulan. Vaksin DPT juga akan kembali diberikan pada anak yang berusia 18 bulan hingga 5 tahun, sebagai penguatan.

  1. Imunisasi HiB : untuk mencegah penyakit radang selaput otak, paru-paru basah, dan perikarditis

Imunisasi HiB juga akan diberikan sebanyak 4 kali, yakni pada bayi berusia 2, 3, dan 4 bulan, serta akan kembali diberikan saat bayi berusia 15 – 18 bulan sebagai penguatan.

  1. Imunisasi Campak : untuk mencegah virus yang bisa menyebabkan demam, ruam, pilek, dan batuk

Imunisasi campak akan diberikan pada bayi berusia 9 bulan, dan akan diberi vaksin kembali pada usianya mencapai 18 bulan.

  1. Imunisasi MMR : untuk mencegah penyakit campak

Vaksin MMR akan diberikan pada balita berusia 15 bulan sampai 5 tahun, dengan rentang waktu 6 bulan.

  1. Imunisasi PCV : untuk mencegah penyakit komplikasi berbahaya

Vaksin PCV diberikan pada balita berusia 2, 4, dan 6 bulan, yang akan diberi lagi saat usianya mencapai 12 – 15 bulan.

  1. Imunisasi Rotavirus : untuk mencegah penyakit pneumonia, meningitis, dan septikemia

Vaksin rotavirus akan diberikan sebanyak 3 kali pada balita berusia 2, 4, dan 6 bulan.

  1. Imunisasi Influenza : untuk mencegah penyakit flu

Vaksin influenza akan diberikan pada balita berusia 6 bulan, hingga usianya mencapai 18 tahun.

  1. Imunisasi Tifus : untuk mencegah penyakit tipes (tifus)
  2. Imunisasi Hepatitis A : untuk mencegah penyakit peradangan hati
  3. Imunisasi Varisela : untuk mencegah penyakit cacar air
  4. Imunisasi HPV : untuk mencegah penyakit kanker serviks (kanker payudara)
  5. Imunisasi Japanese Encephalitis (JE) : untuk mencegah penyakit yang dibawa oleh nyamuk
  6. Imunisasi Dengue : untuk mencegah penyakit demam berdarah

Demikianlah ulasan singkat mengenai jenis-jenis imunisasi bayi yang ada di Indonesia.